Lebih lanjut, Yenny pun mengajak masyarakat untuk memilih pasangan dengan hati. Ia mengaku, sempat melakukan proses riyadhoh spiritual, bertemua para kiai, dan istikharah dan dawuh sebelum memutuskan pemberian dukungan ke Ganjar-Mahfud.
"Hati kita sudah tahu pemimpin yang dibutuhkan negeri ini. Hati itu yang harus jadi patokan kita," ungkapnya.
Direktur Wahid Fondation ini mengatakan, Indonesia saat ini menjadi salah satu dari 16 negara terkaya di dunia. Dan pada tahun 2045 nanti dipredikasi akan menjadi 5 negara terkaya di dunia. Namun, sambungnya, ada syaratnya untuk menuju hal tersebut. Diantaranya demokrasi dan penegakan hukumnya harus ditegakan.
"Sekarang masih juara dalam korupsi. Jadi pemimpin kedepan harus orang yang berani menegakan hukum, tidak mau kompromi kepada koruptor," tukasnya.
(Khafid Mardiyansyah)