JAKARTA - Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) menilai Prabowo Subianto merupakan momok menakutkan bagi keluarga korban aktivis pro demokrasi.
“Semua kita perjuangkan jadi terutama ibu-ibu keluarga korban sangat berharap untuk kekalahan capres nomor 2 yang sangat menakutkan itu,” ujar Anggota IKOHI Sri Hidayah dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2023).
Sri menilai Prabowo merupakan salah satu sosok yang pernah terlibat dalam pelanggaran HAM. Ketakutan itu, menurutnya, dirasakan oleh seluruh keluarga korban atau korban yang pernah terlibat dalam barisan pro demokrasi.
“Ada capres yang notabene itu pelaku pelanggaran HAM terus kemudian jika terpilih, itu menjadi momok yang sangat menakutkan bagi korban,” terangnya.
Salah satu ketakutannya kata dia adalah, terulangnya kembali zaman orde baru dimana aktivitas demokrasi harus dibatasi.
Oleh karenanya, ia juga menegaskan untuk menolak pelaku pelanggar HAM mendapatkan kekuasaan di Pilpres 2024 mendatang.
“Keberulangan pelanggaran HAM itu sangat menakutkan kalau misalkan sampai pelaku pelanggar HAM itu menjdi penguasa,” tegasnya.
Dia juga mengungkap alasan kenapa isu HAM terus diserukan setiap lima tahun. Hal ini sebab, Prabowo yang dinilai pelanggar HAM selalu maju dalam kontestasi Pilpres.
“Kenapa isu ini muncul lagi? Ya karena penculiknya muncul lagi, setiap lima tahun penculiknya ikut kontestan lagi, sebenarnya bukan setiap tahunan bahkan setiap kamis kami menyuarakan untuk bisa menyuarakan semua pelanggaran HAM. Ini saja enggak digubris apalagi kalau dia nanti jadi,”pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )