Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengaku sangat kehilangan dengan berpulangnya Rizal Ramli. Menurutnya, ia kehilangan sosok teman diskusi yang kritis.
"Kritisan itu bagi saya yang ada di pemerintahan, saya gunakan sebagai obat penyembuh, obat penyehat, karena menurut saya sebuah pemerintahan yang begini besar Indonesia ini, seperti yang kita lakukan ini memang harus ada balancing," kata Moeldoko di rumah Rizal Ramli.
"Kritisan itu harus bertumbuh dalam rangka membangun yang mengubah itu, pemerintah tidak alergi dengan itu, tetapi pemerintah sungguh menghormati kritisan-kritisan itu bertumbuh, agar pemerintah semakin kuat," tandasnya.
(Khafid Mardiyansyah)