Sosok Kutai, Kerajaan Pertama di Nusantara Bernuansakan Hindu dengan Budaya India Kental

Avirista Midaada, Jurnalis
Minggu 07 Januari 2024 15:40 WIB
Illustrasi (foto: dok Okezone)
Share :

Dengan kata lain, seseorang yang pernah dikeluarkan dari kastanya karena melakukan kesalahan dan dosa yang cukup berat, dapat diterima kembali menjadi anggota kastanya dengan melalui upacara vratyastoma ini. Upacara vratyastoma inilah yang rupanya dijadikan jalan oleh orang-orang Indonesia yang sudah terkena pengaruh India itu, untuk meresmikannya sebagai anggota masyarakat suatu kasta yang dikenal di dalam agama Hindu. Upacara penerimaan orang luar kasta ke dalam kasta itu, dilakukan dengan memerhatikan kedudukan asal orang yang bersangkutan.

Saat itu konon pendeta dari pribumi nusantara atau Indonesia, belum pada taraf untuk berhak memimpin upacara vratyastoma. Sehingga dapat dipastikan bahwa pada mulanya yang memimpin upacara cara tersebut, ialah para brahmana agama Hindu yang langsung datang atau didatangkan dari India.

Pad hal ini hampir dapat dipastikan bahwa pendeta yang memimpin upacara vratyastoma untuk Aswawarman adalah pendeta India. Akan tetapi, ketika upacara itu dilakukan terhadap Mülawarman, kemungkinan sekali upacara itu sudah ada pendeta Indonesia sendiri. Pada hal ini, para brahmana yang berulang kali disebutkan pada prasasti-prasastinya, dengan sendirinya tentulah sebagian terdiri dari kaum brahmana India, dan sebagian lainnya kaum brahmana orang Indonesia asli

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya