Menurut Ganjar, jika sudah tertib aturan tetapi para pendukungnya tetap mendapatkan intimidasi, maka tidak ada kata lain selain lawan.
"Insyaallah bapak ibu, kita tertib, kita ikuti aturan. Kalau masih diganggu, tabrak!" tegasnya.
"Catat. kita sekali lagi, tetap kita ikut aturan, tetap kita tertib," pungkas politikus PDI-P ini.
Sebagai informasi, belakangan ada kejadian di mana pendukung Ganjar-Mahfud di Boyolali, Jawa Tengah mendapatkan penganiayaan oleh prajurit TNI karena menggunakan knalpot tidak biasa saat kampanye.
Buntut kejadian itu, enam orang tentara ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan relawannya di Boyolali, Jawa Tengah.
(Khafid Mardiyansyah)