Korban ditemukan dalam keadaan terapung di tengah laut. Awalnya ada beberapa nelayan di sana melihat jenazah terapung. Informasinya diteruskan ke Tim SAR termasuk Polair Kendal. Tim SAR gabungan kemudian mengidentifikasi, bahwa jenazah tersebut identik dengan yang sedang dilakukan pencarian yakni korban Nur Alif Purnomo. Salah satunya baju yang dikenakan masih sama dari ketika kali pertama diinformasikan tenggelam.
“Tim SAR gabungan kemudian menuju lokasi dan mengevakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kendal oleh tim SAR gabungan,” sambung Heru.
Saat kecelakaan air itu terjadi, korban awalnya bersama beberapa sebayanya bermain prositan air di saluran air. Ketika itu selepas hujan deras. Sebab arus air yang deras, korban terseret arus. Mereka yang ada di situ tak bisa berbuat banyak, hanya berteriak minta tolong.
Operasi SAR dilakukan begitu mendapat informasi awal. Tim menyusuri aliran air tersebut. Termasuk hingga ke Banjir Kanal Timur. Namun, hasilnya ketika itu masih nihil. Baru pada Sabtu ini korban ditemukan.
“Dengan ditemukannya korban, maka Operasi SAR ditutup dan seluruh tim SAR gabungan dikembalikan ke satuannya masing-masing. Kami menghimbau untuk selalu waspada dengan curah hujan yang tinggi. Apabila menemui kondisi yang membahayakan jiwa manusia, segera hubungi basarnas di 115/024-7629192. Pelaksanaan Operasi SAR tidak dipungut biaya alias gratis,” tandas Heru.
(Awaludin)