Sawah Terendam Banjir, Petani di Lampung Selatan Terancam Gagal Panen

Ira Widyanti, Jurnalis
Selasa 27 Februari 2024 01:08 WIB
Banjir rendam sawah di Lamsel. (Foto: Dok Ist)
Share :

LAMSEL - Bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung pada Sabtu (24/2/2024) lalu ikut merendam lahan pertanian milik sejumlah warga di Kabupaten Lampung Selatan. Akibatnya, para petani dibuat risau karena harus terancam gagal panen.

Nasib pilu itu salah satunya dialami Haryono (64) warga Dusun Simbaringin, Desa Sidosari, Lampung Selatan. Pria lansia ini mengaku hanya bisa pasrah saat banjir merendam lahan sawah seluas 4 ribu meter persegi miliknya. 

 BACA JUGA:

"Baru tanam sebulan yang lalu, kemarin juga baru dicabutin rumputnya supaya sehat. Malah Sabtu kemarin hujan deras dan banjir di sawah," ujar Haryono saat dimintai keterangan, Senin (26/2).

Haryono menuturkan, sawah miliknya itu memang berada tepat di bantaran sungai di wilayah Kecamatan Rajabasa. Lendati demikian, diakuinya peristiwa serupa baru kali ini terjadi meski telah menggarap lahan sawah tersebut sejak berpuluh-puluh tahun lalu. 

Kantaran hujan lebat dengan intensitas tinggi dalam waktu cukup lama, air sungai meluap hingga merendam sebagian besar wilayah persawahan setempat. 

"Ini (banjir) baru pertama kali ini, saya bertani di sini sudah mau 40 tahunan lebih. Hujan kemarin benar-benar deras," ungkapnya.

Haryono melanjutkan, sepanjang menggarap lahan miliknya tersebut, para petani memang memanfaatkan aliran sungai setempat sebagai sarana pengairan. Haryono menduga peristiwa banjir kemarin turut diakibatkan air kiriman daerah lain. 

BACA JUGA:

Tim SAR Evakuasi Jenazah Tanpa Identitas Diduga Terseret Banjir di Bandarlampung 

"Dulu mau hujan sehari semalam juga nggak ada banjir, ini hujan lebat sedikit malah banjir. Iya mungkin air kiriman dari sungai di atas, atau apa juga nggak paham saya," tuturnya. 

Atas peristiwa bencana ini, Haryono harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa mesin guna menguras luapan air dari lahannya. Termasuk membayar jasa pekerja harian guna membuat beberapa aliran air sawah miliknya.

"Kalau dibiarkan menggenang ya busuk nanti padinya. Sudah harga beras mahal sekarang, ditambah pula sekarang terancam gagal panen," keluhnya. 

Lebih lanjut Haryono berharap pemerintah dapat segera mengambil kebijakan tepat dan cepat menangani masalah banjir di wilayah setempat.

“Pemerintah jangan janji-janji saja buat perbaiki irigasi, saluran air, atau buat talud sungai. Langsung gerak cepat, karena masyarakat yang merasakan dampaknya langsung," pungkasnya.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya