JAKARTA - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau disingkat Polda Metro Jaya, merupakan pelaksana tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia di wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan daerah-daerah penyangganya, seperti Kota Depok, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi.
Polda Metro Jaya dipimpin oleh seorang kepala kepolisian daerah yang berpangkat bintang dua (Inspektur Jenderal Polisi). Polda Metro merupakan satu-satunya polda di Indonesia yang memiliki status A+ (A khusus) dikarenakan kedudukannya menjaga keamanan dan ketertiban ibu kota Negara Republik Indonesia (Jakarta).
Namun, ada beberapa nama Kapolda Metro Jaya di era Presiden Jokowi yang sukses melenggang menjadi jenderal bintang 4, dan salah satunya peraih Adhi Makayasa Akademi Kepolisian (Akpol) 1987.
Sepanjang sejarahnya, Polda Metro Jaya sudah dipimpin puluhan Kapolda yang berbeda-beda. Di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) misalnya, ada sekitar 9 Kapolda Metro Jaya yang pernah aktif menjabat. Melihat nama-namanya, ada beberapa di antaranya yang sukses melenggang menjadi Kapolri dan meraih pangkat jenderal bintang 4, berikut datanya:
1. Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian
Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian merupakan salah seorang purnawirawan perwira tinggi Polri. Tito menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM) pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Ma'ruf Amin. Polisi kelahiran Palembang, 26 Oktober 1964 itu diketahui sebagai lulusan terbaik Akpol 1987 dan berhak atas penghargaan Adhi Makayasa.
Tito sudah banyak mencicipi posisi-posisi strategis di kepolisian. Salah satunya menjadi Kapolda Metro Jaya periode 2015-2016. Setelah menjadi Kapolda Metro Jaya, karier kepolisian Tito semakin moncer. Berdasarkan Surat telegram nomor ST/604/III/2016 tanggal 14 Maret 2016, ia dipromosikan menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Waktu itu, Tito menggantikan Komjen (Pol) Usman Saud Nasution yang memasuki masa pensiun. Sejalan dengan tugas barunya, pangkatnya pun naik satu tingkat lebih tinggi, yakni dari Inspektur Jenderal Polisi (bintang 2) menjadi Komisaris Jenderal Polisi (bintang 3). Jabatan Kepala BNPT tak lama ditempati Tito.
Pada 15 Juni 2016, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadikan eks Kapolda Metro Jaya itu sebagai calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Badrodin Haiti yang segera masuk masa pensiun. Pada akhirnya, Tito Karnavian resmi dilantik menjadi Kapolri pada 13 Juli 2016. Pangkatnya kembali naik dan menjadi Jenderal Polisi atau setara bintang 4.