Ini Senapan Mematikan dan Berstandar NATO yang Dibawa Kabur Yotam Bugiangge, Pecatan TNI Kini Jadi Pentolan KKB Papua

Awaludin, Jurnalis
Rabu 06 Maret 2024 14:59 WIB
Pecatan TNI Yotam Bugiangge (foto: dok ist)
Share :

JAKARTA - Yotam Bugiangge, menjadi pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) teroris. Sepak terjang kelompok ini semakin brutal serang pasukan TNI-Polri, beberapa hari belakangan ini. Yotam Bugiangge diketahui mantan prajurit dari Batalyon Infanteri 756/Wimane Sili (Yonif 756/MWS).

Mantan anggota Kompi-C Yonif 756/WMS yang telah dipecat ini menghilang sejak 17 Desember 2021. Yotam kabur sambil membawa satu pucuk senjata SS2-V1, saat melaksanakan tugas jaga.

Perlu diketahui, SS2-V1 menjadi salah satu senapan serbu standar dalam inventory TNI saat ini. Senapan SS2-V1 memang cukup identik seperti lazimnya senapan standar blok barat atau NATO yang menggunakan kaliber 5.56 x 45 mm. Tentunya senapan SS2-V1 dan turunannya ini sudah dimodifikasi dan disesuaikan dengan postur dan kondisi tubuh orang Indonesia sehingga nyaman digunakan dan cukup ergonomis.

Melansir dari laman militarytoday.com, senapan SS2-V1 sudah menggunakan desain popor lipat yang pada varian SS1 masih menggunakan popor tetap. Selain itu, adapula rail picantiny di bagian atas laras dan badan senjata yang bisa dipasangi kelengkapan lain seperti teleskop pembidik atau aksesoris lainnya.

Senapan yang mengadposi kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO ini diklaim mampu menyasar dengan efektif di jarak 300-400 meter. Jarak maksimal tembakan senapan ini diklaim hampir mencapai jarak 1.000 meter. Senapan serbu SS2-V1 mampu menggunakan magazine tipe STANAG dengan kapasitas maksimal 30 peluru.

Diketahui, sepak terjang Yotam Bugiangge, sebelumnya bergabung dengan Egianus Kogoya sebelum dirinya berpisah dan memimpin KKB di Nduga.

“KKB pimpinan Yotam sejak Senin (29/5) melakukan aksi penembakan sehingga terjadi kontak tembak dengan anggota TNI dan Polri,” ujar Kapolres Nduga, AKBP Rio Alexander Penelewen.

Berikut profil dari Yotam Bugiangge di TNI AD sebelum putuskan membelot jadi petinggi KKB Papua:

Pangkat terakhir Yotam Bugiangge di TNI AD sebelum putuskan membelot jadi petinggi KKB Papua merupakan prajurit dua (Prada) dari Batalyon Infanteri 756/Wimane Sili (Yonif 756/WMS).

Yotam Bugiangge merupakan putra daerah asli orang Papua yang lahir 24 Mei 1999 di Gunia, Suku Nduga Papua, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Berbagai kejahatan dilakukan Yotam Bugiangge usai desersi dan bergabung dengan KKB Papua. Yotam pernah terlibat dalam aksi pembunuhan 11 warga di Nduga.

KKB teroris pimpinan Yotam Bugiangge yang merupakan anggota dari Egianus Kogoya juga pernah menembak dua pemuda di Jalan Poros Logpond KM 2, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Rabu 8 Maret 2023.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya