SEJAK Manusia berhasil terbang dengan balon pada abad ke 18, dunia penerbangan berkembang sangat pesat, baik jarak tempuh, kecepatan, Ketinggian dan daya angkat maupun kegiatannya. Keberhasilan ini telah dapat meningkatkan kesejahteraan umat manusia, namun bukannya tanpa resiko karena manusia memang tidak terbiasa tinggal di ketinggian.
Dalam menjalankan tugasnya, seorang Pilot baik Pilot Militer maupun Pilot Sipil wajib mempunyai derajat kesehatan yang prima sebelum menjalankan misi terbangnya. Sehingga misi penerbangannya akan berjalan sesuai rencana dengan baik, dan aman yang di awali dari persiapan baik take off sampai landing. Hal ini tidak bisa ditawar dalam bentuk apapun, sehingga misi nya akan berjalan sesuai rencana secara aman dan terkendali . Bahkan tuntutannya dalam menjalankan misi tidak boleh salah dalam bentuk dan alasan apapun.
Profesi seorang Pilot sangat berbeda dengan profesi lain yang ada di dunia ini. Sebagai manusia yang kodrat hidup nya di darat, sedangkan seorang Pilot dan Crew Pesawat yang lain dalam pekerjaannya dituntut hidup di udara, hal ini tidaklah mudah dalam menjalankan kodrat hidupnya di udara. Untuk itu tuntutan sehat dalam menjalankan profesinya sangatlah mutlak. Tuntutan menjadi Pilot sangatlah besar dan sangat berbeda dengan profesi yang lain yang bekerja di darat.
Sehingga dalam menjalankan tugas nya seorang Pilot membutuhkan kolaborasi dari profesi yang lain, baik profesi seorang teknik pesawat atau penerbangan, seorang profesi kesehatan atau dokter penerbangan(flight surgeon) dan profesi yang berhubungan dengan penerbangan(PLLU,Meteo dll).
Dalam khasus yang baru saja terjadi dimana seorang Pilot dan Co Pilot yang di tengarai tertidur dalam perjalanan pesawat di tengah melaksanakan tugas penerbangan dari Kendari ke Jakarta. Hal Ini dapat menunjukkan tidak profesionalnya Maskapai Penerbangan dalam memanagement penerbangannya.
Pesawat yang berpenumpang 153 orang itu sangatlah berisiko terjadi ancaman kematian. Tanggung jawab yang besar dalam menjalankan misi penerbangan terletak pada Pilot dan Co Pilot sehingga alasan dalam bentuk apapun tidak akan bisa diterima.
Profesi Pilot yang berbeda secara perolehan finansial dengan profesi yang lain karena mereka mempunyai tanggung jawab yang besar dan berat, hal ini wajar dalam mereka menerima fee finansial di bandingkan dengan profesi yang lain. Perlu kita ketahui bahwa Secara umum terdapat tiga faktor umum yang dapat menyebabkan kecelakaan pesawat yaitu Aircraft,Human Factor dan Environment.
Bagaimana masyarakat menyikapi hal tersebut? Salah satu Pakar penerbangan di Indonesia dan juga sebagai Ketua Pusat Studi Air Power Indonesia, Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim menilai “kasus pilot dan kopilot maskapai Batik Air yang tertidur selama 28 menit dalam penerbangan dari Kendari menuju Jakarta menunjukkan adanya aturan atau prosedur yang dilanggar. Jadi apabila terjadi seperti kemarin itu maka dipastikan ada aturan, prosedur, atau regulasi yang diabaikan”.
Banyak aturan yang harus dilalui dalam dunia penerbangan, baik secara teknis, medis dan kondisi alam yang ada saat akan terbang. Ini yang harus di jadikan prinsip pegangan yang tidak bisa ditawar dalam dunia penerbangan.
Sebagai contoh seorang penerbang dan crew pesawat haruslah sehat secara fisiologis dan psikologis, bagaimana kita tahu bahwa mereka dalam kondisi FIT atau layak terbang.
Dalam hal ini Peran dokter penerbangan berperan sangat penting, di dunia penerbangan militer seorang Pilot militer yang akan terbang menjalankan misi oprasional atau latihan, wajib melakukan Pre Flight Check yang dilakukan oleh seorang dokter penerbangan(flight surgeon) untuk melakukan pemeriksaan fisik dan psikologis secara umum dengan melakukan anamnesa secara singkat tentang kondisi kesehatannya saat akan terbang( baik keluhan-keluhan yang ada pada saat akan terbang) dan melakukan pemeriksaan fisik sederhana dengan melakukan pemeriksaan Tensi, Nadi dan Respiratory Rate dll.
Sehingga seorang Flight Surgeon berhak untuk menentukan seorang Pilot layak terbang atau tidak layak terbang. Karena Pilot juga sama dengan sosok manusia yang lain sebagai manusia sosial pada umumnya, yang pasti ada permasalahan-permasalahan yang di hadapi baik masalah pribadi, masalah sosok sosial di lingkungannya.
Untuk itu pemeriksaan sebelum terbang adalah hal prinsip dan mutlak yang harus dilakukan seorang Pilot militer sebelum menjalankan misi terbangnya. Sehingga hal ini dapat menekan hal-hal yang tidak kita inginkan akan terjadi.
Dalam hal keselamatan dunia penerbangan, dokter sangat berperan penting dalam kesehatan para penerbang. Dengan terciptanya para penerbang yang sehat, maka akan mengurangi faktor resiko terjadinya kecelakaan pesawat udara, dimana faktor yang paling dominan dalam kecelakaan ini adalah faktor manusia (salah satunya pilot), di luar faktor-faktor yang lain seperti cuaca/alam, teknis pesawat dan faktor kebijakan atau regulasi yang ada.
Dalam Khasus ini, bisa kita lihat bahwa masih carut marutnya management penerbangan di Indonesia saat ini. Tidak menutup kemungkinan penumpang yang saat itu ikut dalam penerbangan mereka akan bisa menuntut secara Hukum. Aturan-aturan atau regulasi yang yang ada saat ini terkesan di hiraukan atau tidak dijalani sesuai prosedur penerbangan. Padahal regulasi tersebut bersifat International.
Chappy Hakim menegaskan bahwa “Kalau penerbangan di bawah 4 jam, saya pikir itu tidak lazim pilot dan kopilot tidur, dan Meski menggunakan sistem autopilot, pilot dan kopilot juga harus bertugas bersama atau bergantian untuk memastikan sistem otomatis itu bekerja dengan baik, Dan walaupun pesawat dalam moda autopilot dan itu pekerjaan pilot dan kopilot untuk memonitor apakah benar di on track bagaimana wheaters (cuaca buruk) di depan dan sebagainya,".
Dari penegasan tersebut di atas sangatlah jelas bahwa peran Pilot dan Co Pilot sangatlah penting dalam setiap misi penerbangannya. Kondisi kesehatan Pilot dan Co Pilot serta seluruh Crew Pesawat setiap sebelum terbang harus dilakukan, untuk mengetahui kondisi kesehatan secara Fisik dan Psikis dengan baik, sehingga mereka benar-benar sehat dan layak untuk terbang.
Dan saat ini diharapkan KNKT terus memeriksa secara mendalam kembali penyebab hal ini terjadi. Tidak ada sedikit alasan apapun di dalam dunia penerbangan untuk keselamatan banyak orang. Apalagi alasan ( terinfo Pilot kurang tidur karena semalam habis pindah rumah dll) itu sudah diketahui sebelum mereka akan melaksanakan misi penerbangannya.
Untuk itu keterlibatan seluruh stake holder sangatlah penting untuk terus melakukan evaluasi di dalam dunia penerbangan baik Kemenhub dalam hal ini Dirjen Perhubungan Udara, Maskapai Penerbangan, Perdospi(Persatuan dokter spesialis penerbangan), IPI(Ikatan Pilot Indonesia), dan masyarakat yang peduli tentang dunia penerbangan. Yang inti nya semua demi kebaikan Dunia Penerbangan Indonesia dalam mencapai Safety Flying untuk seluruh masyarakat Indonesia dan Dunia.
Penulis: Patisahli Kasau, Marsma TNI dr.Mukti Arja Berlian.,SpPD.,SpKP.,M.M.,FINASIM
(Fahmi Firdaus )