Banjir Melanda 6 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah

Eka Setiawan , Jurnalis
Kamis 14 Maret 2024 16:31 WIB
Banjir melanda 6 kabupaten/kota di Jateng (Foto: Istimewa)
Share :

SEMARANG – Hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak Rabu 13 Maret 2024 mengaibatkan 6 kabupaten/kota di Jateng terendam banjir. Kota Semarang jadi salah satu wilayah terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng Kamis (14/3/2024) pagi, 6 daerah di Jateng yang terendam banjir itu: Kota Semarang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Demak, Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus.

Di Kota Semarang banjir terjadi di 11 titik. Banjir merendam rumah-rumah warga, sekolah, tempat usaha, pertokoan, jalan pantura hingga jalur kereta api. Jumlah pengungsinya mencapai 207 tersebar di beberapa lokasi.

Di Kabupaten Pekalongan, banjir bandang terjadi di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong. Dua warga meninggal dunia karena hanyut, puluhan rumah rusak dan sejumlah fasilitas umum rusak. Tercatat 61 orang di sana mengungsi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Povinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan sudah melakukan evakuasi korban terhadap korban bencana di sejumlah daerah. Pihaknya bersama BPBD Kabupaten/Kota sudah menyiapkan sejumlah personel maupun pelaralatan untuk evakuasi warga.

“SOP (standar operating procedure) penanganan kita hampir sama. Jadi SOP pertama kita adalah penyelamatan. Ini menjadi upaya utama dalam penyelamatan masyarakat. Bukan bicara harta benda, itu ditinggal dulu. Masyarakat harus aman dulu,” kata Bergas pada keterangan pers Pemprov Jateng, Kamis sore.

Selain melakukan evakuasi, BPBD Jateng bersama BPBD kabupaten/kota juga menyediakan tempat pengungsian, mensiagakan pompa air portable, mendirikan dapur umum, distribusi logistik permakanan ke warga yang terdampak, hingga kerja bakti dengan warga membersihkan puing puing pasca-banjir bandang.

“Kami juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Pengeloalaan Sumber Daya Air (PSDA) untuk penanganan kondisi sungai,” kata Bergas.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya