Dinkes Kota Bogor Catat 1.803 Kasus DBD Periode Januari-April 2024, 11 Orang Meninggal Dunia

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis
Jum'at 26 April 2024 13:40 WIB
Illustrasi (foto: dok freepik)
Share :

BOGOR - Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat ada sebanyak 1.803 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kota Bogor. Jumlah tersebut terhitung sejak periode Januari-18 April 2024.

"Jumlah laporan kasus DBD pada Januari-Maret 2024 sebanyak 1.482 kasus, dan April tahun 2024 (tanggal 1-18) 321 kasus," kata Kadinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno dalam keterangannya, Jumat (26/4/2024).

Dari jumlah tersebut, tercatat angka kematian sebanyak 11 orang. Angka ini terbilang banyak jika dibandingkan dengan data pada tiga tahun terakhir'.

"Kematian pada periode Januari-April 2024 sebanyak 11 orang. Sedangkan jumlah kasus DBD pada tahun 2021-2023 di Kota Bogor berturut-turut sebanyak 526 kasus, 1.531 kasus, dan 1.474 kasus dengan kematian berturut-turut 7, 9 dan 9 kasus," ungkapnya.

Adapun sebaran kasus DBD di Kota Bogor pada tahun ini berdasarkan usia paling banyak 5-14 tahun yakni mencapai 553 kasus. Dengan sebaran kasus kematian pada usia tersebut 4 orang.

"Terdapat 5 kelurahan peningkatan kasus DBD yang cukup signifikan yaitu Kelurahan Kedung Badak sebanyak 40 kasus, Kelurahan Gang Kelor sebanyak 25 kasus, Kelurahan Mekarwangi sebanyak 24 kasus , Kelurahan Kayu Manis sebanyak 22 kasus dan Kelurahan Sindang Barang 20 kasus," tambahnya.

Karena itu, Dinkes Kota Bogor terus menggencarkan upaya pengendalian DBD salah satunya dengan Gerakan Serentak (GERTAK) pemberantasan sarang nyamuk di 68 kelurahan. Termasuk meminta masyarakat untuk melaksanakan dengan 3M di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Plus mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk dengan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, tidur menggunakan kelambu, memasang kawat kasa di lubang ventilasi dan lainnya," tutupnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya