Sandi Minta Penegak Hukum Periksa Pejabat Damkar Depok, KPK: Kalau Ada Penyimpangan Kita Tindaklanjuti!

Fauzan Heru Syahputra, Jurnalis
Senin 29 Juli 2024 19:09 WIB
Sandi Petugas Damkar Depok/Okezone
Share :

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya angkat bicara terkait video viral petugas pemadam kebakaran (Damkar) UPT Cimanggis, Depok, Sandi Butar Butar terkait dengan kerusakan alat di pemadam kebakaran.

Video viral di Petugas Damkar Depok itu menjadi salah satu pertanyaan dari masyarakat kepada KPK. Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika pun menjawab pertanyaan tersebut dalam video Kepo-in KPK yang diunggah di akun Instagram KPK.

“Ya, itu mungkin kaitannya dengan pengelolaan anggaran. Ya kita tidak tahu. Kpk tidak belum mendapatkan info,”ujar Tessa, dikutip, Senin (29/7/2024).

Tessa mengatakan, jika ditemukan adanya potensi korupsi di pengadaan alat pemadam kebakaran Kota Depok, maka hal itu dapat dilihat dari audit BPKP.

“Kalau seandainya ada diturun, diturunkan atau tidak, dan apakah penggunaannya sudah sesuai dengan mata anggarannya atau tidak. Bisa terjadi korupsi di situ. Nah ini siapa yang bertugas tentunya. Apabila ada audit dari BPKP bisa dilihat nanti,”ungkapnya.

“Apabila ada penyimpangan atau ada kerugian disitu sehingga terjadi hal hal yang disampaikan oleh salah satu kawan kita yang viral itu Mas Butar Butar. Nah itu bisa ditindak lanjuti baik oleh KPK, Kepolisian maupun Kejaksaan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Petugas Damkar UPT Cimanggis, Kota Depok, Sandi Butar Butar rampung menjalani pembinaan dan dimintai klarifikasi oleh Kepala UPT Damkar Cimanggis, Kota Depok, Selasa (23/7).

 

Sandi pun mendorong aparat penegak hukum (APH) memeriksa para pejabat Dinas Damkar Kota Depok, usai dirinya membuat video yang mengungkap adanya kerusakan sejumlah alat kerjanya yang belum dilakukan perbaikan.

"Untuk Kepala Bidang Sarpas, tolong, saya ingin APH periksa. Kepala Bidang Operasional sama Kepala BKSDM," kata Sandi kepada wartawan.

Menurutnya, apa yang disampaikan dalam video tersebut, semua sesuai dengan fakta di lapangan yang ada. Bahkan, sudah seringkali masyarakat memprotes kepada UPT-nya.

"Kan selama ini kita bekerja. Masyarakat sendiri yang menilai. Kita dengan barang seadanya, barang rusak juga kita akal-akalin," ujarnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya