GLEN Malcolm Conning adalah pilot asal Selandia Baru yang meninggal dunia akibat serangan brutal oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kelompok Organisasi Papua Merdeka membunuh Malcolm Conning yang merupakan pilot Helikopter jenis IWN, MD.500 ER PK di Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Korban merupakan pilot helikopter PT Intan Angkasa Air Service. Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo mengatakan Glen Malcolm Conning adalah pilot helikopter PT Intan Angkasa Air Service yang pada tahun 2022.
Dia berjasa mengangkut peralatan BTS 4G BAKTI Kominfo melalui udara di wilayah Papua. Saat ini jenazahnya telah tiba Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, dan selanutnya akan diterbangkan ke Selandia Baru.
Glen Malcolm Conning adalah pilot helikopter yang bekerja untuk PT Intan Angkasa Air Service. Selama bertugas, ia seringkali melakukan penerbangan di wilayah-wilayah terpencil di Papua, membawa berbagai peralatan vital untuk pembangunan daerah tersebut.
Pada tahun 2022, Glen berperan penting dalam membawa peralatan BTS 4G BAKTI Kominfo ke 34 lokasi pembangunan di berbagai distrik terpencil di Papua. Peralatan tersebut termasuk tower, antena, dan transmisi yang sangat sulit dijangkau melalui jalur darat.
Nasib tragis menimpa Glen saat ia ditembak oleh anggota OPM di Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Peristiwa ini terjadi saat Glen sedang dalam tugasnya sebagai pilot.
Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo memberikan penghormatan tinggi kepada Glen atas jasanya. Menurutnya, Glen telah membantu pemerintah dalam memobilisasi jalur udara untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Papua.
Glen dikenal sebagai seorang ayah yang sangat mencintai keluarganya. Dalam sebuah wawancara dengan New Zealand Herald, keluarganya menyebutkan bahwa Glen adalah "suami dan ayah yang paling peduli dan penyayang terhadap anak-anak perempuannya" dan "benar-benar dicintai" keluarga dan teman-temannya.
Ketika tidak sedang terbang, Glen selalu menyempatkan waktu untuk bersama keluarga dan teman-temannya. Ia juga sangat menikmati kegiatan di alam bebas, menunjukkan betapa ia mencintai kehidupan di luar pekerjaannya sebagai pilot.
Kematian Glen meninggalkan duka yang mendalam bagi rekan kerja dan seluruh komunitas yang pernah bekerja sama dengannya. "Fly high, fly far, RIP Capt. Glen," ujar salah satu rekan kerjanya, mengenang jasa dan keberanian Glen dalam melaksanakan tugasnya.
Kejadian tragis yang menimpa Glen Malcolm Conning adalah sebuah pengingat akan bahaya yang dihadapi oleh mereka yang bekerja di daerah-daerah konflik. Namun, dedikasi dan keberanian Glen tetap akan dikenang sebagai inspirasi bagi banyak orang. Selamat jalan, Glen Malcolm Conning. Jasa dan pengorbananmu tidak akan terlupakan. (Windy Nova Indratko)
(Maruf El Rumi)