Laju pembangunan dan impor batu bara ini juga memengaruhi sinyal investasi. Ketika proyek batu bara terus didukung, dana swasta cenderung enggan berinvestasi dalam alternatif energi yang dapat mengurangi ketergantungan batu bara. Dampak ini juga berimplikasi secara global dengan memperkuat pasar ekspor batu bara dan menunda pergeseran energi di negara lain.
Kesimpulannya, data dari 2023 hingga 2025 menunjukkan peningkatan substansial dalam kapasitas dan konsumsi batu bara di China. Hal ini merupakan akibat dari kebijakan yang dipilih dan memiliki konsekuensi bagi emisi, kesehatan masyarakat, dan transisi energi. Untuk memenuhi komitmen iklim dan kesehatan jangka panjang, diperlukan langkah cepat untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara melalui perubahan kebijakan dan dukungan pasar.
(Rahman Asmardika)