Pernyataan itu tidak menyebutkan apakah Kamboja bermaksud mengekstradisi tersangka asing ke negara asal mereka.
Namun, warga negara Tiongkok diperkirakan akan diserahkan ke Beijing seperti dalam kasus terduga bos kejahatan siber Chen Zhi, pendiri dan ketua Prince Holding Group, yang dipulangkan pada awal Januari.
Chen dituduh melakukan berbagai aktivitas ilegal, termasuk membuka kasino, penipuan, operasi ilegal, dan menyembunyikan hasil kejahatan.
Penggerebekan di Bavet adalah “operasi terbesar” sejak Kamboja baru-baru ini meluncurkan penindakan nasional terhadap penipuan daring, seperti dilaporkan Cambodia China Times pada Sabtu malam.
“Ini benar-benar mencerminkan bahwa pemerintah Kamboja tidak akan pernah melonggarkan penindakannya terhadap pelaku penipuan daring,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Touch Sokhak, pada Minggu (1/2/2026).
Kamboja “bukanlah tempat yang aman, tetapi neraka bagi para penjahat,” katanya.
Kompleks di Bavet terdiri dari 22 bangunan dan beroperasi dengan kedok kasino. Dilaporkan telah lama digunakan untuk kegiatan ilegal, termasuk telekomunikasi dan penipuan daring.