2001 – Konflik Sampit Pecah, Ratusan Korban Jiwa
Pada 18 Februari 2001, konflik antaretnis pecah di Kota Sampit, Kalimantan Tengah. Peristiwa yang dikenal sebagai Konflik Sampit ini melibatkan suku Dayak dan warga migran Madura.
Kerusuhan bermula dari insiden penyerangan terhadap dua warga Madura dan kemudian meluas ke berbagai wilayah di Kalimantan Tengah, termasuk ibu kota provinsi, Palangka Raya. Konflik tersebut menyebabkan lebih dari 500 orang meninggal dunia dan lebih dari 100.000 warga terpaksa mengungsi.
Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah Indonesia pascareformasi.
2005 – Dua Wartawan Indonesia Disandera di Irak
Pada 18 Februari 2005, dua jurnalis Indonesia, Meutya Hafid dan Budiyanto, diculik oleh kelompok bersenjata saat bertugas di Irak. Mereka bekerja untuk stasiun televisi swasta Indonesia.
Presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, menyatakan bahwa keduanya murni menjalankan tugas jurnalistik dan tidak terkait kepentingan politik apa pun. Setelah tiga hari dalam penyanderaan, keduanya akhirnya dibebaskan pada 21 Februari 2005.
Pengalaman tersebut kemudian dibukukan Meutya dalam karya berjudul 168 Jam dalam Sandera.
(Awaludin)