JAKARTA – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas, setelah Iran mengklaim telah menyerang sebuah kapal tanker milik Amerika Serikat di Teluk Persia.
Televisi pemerintah Iran seperti dilansir dari bbc, Kamis (5/3/2026), melaporkan bahwa pasukan angkatan laut dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melancarkan serangan terhadap kapal tanker tersebut pada pagi hari di wilayah utara Teluk Persia.
Dalam pernyataan yang dibacakan di televisi pemerintah, IRGC menyebut kapal tanker itu “terkena rudal di utara Teluk Persia” dan saat ini dilaporkan terbakar.
IRGC juga menegaskan pihaknya memiliki “kendali penuh” atas Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia dan menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Sebelumnya, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan adanya insiden yang melibatkan sebuah kapal tanker di perairan Teluk utara, dekat wilayah Kuwait.
Dalam laporannya, kapten kapal tanker yang sedang berlabuh mengaku melihat dan mendengar ledakan besar di sisi kiri kapal, sebelum menyaksikan sebuah perahu kecil meninggalkan lokasi kejadian.
UKMTO juga menyebut terdapat tumpahan minyak di perairan yang berasal dari tangki kargo kapal dan berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan.
Meski demikian, laporan awal menyebut tidak ada kebakaran di kapal tersebut dan seluruh awak kapal dilaporkan dalam kondisi aman.
Insiden ini menambah daftar ketegangan di kawasan Teluk yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi global. Situasi di sekitar Selat Hormuz kerap menjadi sorotan dunia karena setiap gangguan di wilayah tersebut dapat berdampak langsung pada stabilitas pasokan minyak internasional.
(Awaludin)