China Perketat Pengawasan Kepercayaan Tradisional, Prosesi Ying Laoye Jadi Sasaran

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 11 Maret 2026 13:21 WIB
Prosesi Ying Laoye di China.
Share :

Upaya menghentikan kebiasaan rakyat yang tidak berbahaya—yang tidak memiliki ikatan politik maupun sejarah kerusuhan—menunjukkan bagaimana bahkan ekspresi kepercayaan tradisional kini dipandang dengan curiga.

Situasi serupa terjadi beberapa hari sebelumnya di Desa Qusha, Provinsi Jiangxi, di mana pemerintah setempat berjanji membangun kembali balai leluhur setelah merobohkan yang lama. Setelah pembongkaran selesai, janji itu lenyap. Ketika penduduk desa mencoba memulai pembangunan pada 28 Februari, petugas pemerintah datang untuk mencegah mereka dengan menggunakan kekerasan. Balai leluhur, yang sangat penting bagi identitas garis keturunan dan persatuan komunitas, diperlakukan bukan sebagai warisan budaya, melainkan sebagai bangunan keagamaan tidak sah yang harus ditindak.

Meskipun berbeda, kedua peristiwa ini mencerminkan logika yang sama. Ritual yang diselenggarakan komunitas semakin dicap sebagai “pertemuan yang tidak terkendali.”

Balai dan kuil leluhur didefinisikan ulang sebagai “bangunan ilegal” atau “sisa-sisa feodal.” Pejabat setempat, di bawah tekanan untuk meminimalkan kehidupan keagamaan yang terlihat, ikut campur bahkan ketika tradisi-tradisi ini damai, apolitis, dan berakar kuat dalam identitas lokal. Hal ini mengakibatkan erosi perlahan pada ruang-ruang—baik fisik maupun simbolis—di mana komunitas pedesaan terhubung dengan masa lalu mereka.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya