Ia juga menegaskan prinsip national caveats, yakni batasan nasional dalam setiap misi internasional. Dalam hal ini, Indonesia memastikan tidak akan terlibat dalam aksi militer terhadap Hamas.
“Kita tegas, tidak ingin terlibat dalam operasi militer terhadap Hamas, termasuk dalam pelucutan senjata. Fokus kita adalah melindungi warga sipil dari berbagai ancaman,” ujar Prabowo.
Namun demikian, rencana pengiriman pasukan tersebut untuk sementara ditangguhkan seiring eskalasi konflik di kawasan.
“Setelah situasi memanas seperti ini, kita lakukan konsultasi. Secara de facto, semuanya masih on hold,” katanya.
Indonesia sebelumnya berencana mengirim hingga 8.000 personel TNI untuk misi perdamaian dan stabilisasi kemanusiaan di Gaza, yang akan bergabung dalam International Stabilization Force (ISF). Namun, realisasi pengiriman masih menunggu mandat resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa serta kondisi keamanan yang memungkinkan.
(Awaludin)