JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memasukkan Israel ke dalam daftar hitam pihak-pihak yang dituduh melakukan kekerasan seksual di zona konflik. Pencantuman Israel itu muncul dalam “Laporan Tahunan Sekretaris Jenderal tentang Kekerasan Seksual Terkait Konflik”, menurut berbagai laporan media.
Layanan Penjara Israel termasuk di antara entitas yang secara resmi dimasukkan dalam daftar tersebut karena pelanggaran terhadap warga Palestina, dengan beberapa lembaga Israel lainnya ditempatkan di bawah kerangka pengawasan sebagai persiapan untuk kemungkinan dimasukkan di masa mendatang, kata laporan tersebut pada Kamis (28/5/2026).
Pencantuman dalam daftar tersebut terjadi di tengah semakin banyaknya bukti yang dikumpulkan oleh organisasi hak asasi manusia, media, dan penyelidik PBB.
Ratusan kesaksian dari tahanan Palestina yang ditahan di Gaza, Tepi Barat yang diduduki, dan di dalam penjara Israel telah merinci penyiksaan dan pelecehan seksual selama penangkapan, interogasi, dan penahanan.
Bulan lalu, para ahli PBB juga mengatakan bahwa kekerasan seksual dan berbasis gender digunakan sebagai "alat sistematis" untuk mengontrol dan menindas warga Palestina di bawah pendudukan Israel, memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat dianggap sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Para ahli mengatakan pelanggaran terjadi dalam berbagai konteks, termasuk penahanan, pos pemeriksaan, dan penggerebekan rumah, dan melibatkan pasukan Israel dan pemukim ilegal.
Dilansir TRT, daftar hitam PBB membawa konsekuensi reputasi dan diplomatik yang signifikan bagi pihak-pihak yang terdaftar.
Laporan tahunan biasanya disampaikan kepada negara-negara terkait sebelum dipublikasikan.
Agustus lalu, laporan tersebut memperingatkan bahwa Israel dapat ditambahkan ke daftar pihak yang dicurigai atau bertanggung jawab atas kekerasan seksual dalam situasi konflik bersenjata.
PBB juga mengatakan bahwa inspektur mereka telah ditolak aksesnya ke fasilitas penahanan Israel.
Israel menanggapi daftar hitam PBB dengan "memutus semua kontak" dengan Kepala PBB Antonio Guterres.
Kementerian Luar Negeri Israel menyebut dimasukkannya negara itu dalam daftar kekerasan seksual PBB sebagai hal yang "absurd."
Seorang juru bicara Guterres mengatakan bahwa kantor tersebut mengetahui pernyataan Israel.
"Dari pihak kami, pintu Sekretaris Jenderal tetap terbuka," kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric.
(Rahman Asmardika)