Mantan Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi Meninggal di Pengasingan pada Usia 80 Tahun

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 29 Mei 2026 10:38 WIB
Mantan Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi. (Foto: X)
Share :

RIYADH - Mantan Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang sempat melarikan diri dari tahanan kelompok Houthi dan hidup di pengasingan Arab Saudi selama beberapa tahun terakhir, dilaporkan telah meninggal dunia. Menurut pengumuman Televisi Yaman yang dikelola pemerintah, Hadi meninggal pada Kamis (28/5/2026) di kediamannya di Riyadh, Arab Saudi, pada usia 80 tahun.

Hadi adalah presiden Yaman yang diakui secara internasional. Ia memimpin pemerintahan yang terpecah belah—sebagian besar dari pengasingan—selama delapan tahun ketika negara itu terjerumus ke dalam perang saudara dan kelaparan, sebelum akhirnya mengundurkan diri pada tahun 2022.

Rashad al-Alimi, Kepala Dewan Kepemimpinan Presiden—badan kepemimpinan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional—mengatakan Hadi percaya pada “hak rakyat Yaman atas negara yang adil, kebebasan, dan martabat manusia”.

“Dia memimpin perjuangan untuk mempertahankan sistem republik,” kata al-Alimi di X, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Pemerintah mengumumkan tiga hari berkabung, di mana bendera akan dikibarkan setengah tiang.

Hadi melarikan diri ke Arab Saudi pada tahun 2015 ketika perang meletus antara Houthi yang didukung Iran—yang telah memaksa pemerintah meninggalkan ibu kota Sanaa—dan koalisi yang dipimpin Saudi.

Ia menyerahkan kekuasaannya—dilaporkan di bawah tekanan Saudi—kepada Dewan Kepemimpinan Presiden yang baru dibentuk pada April 2022, ketika Yaman memasuki gencatan senjata yang dimediasi PBB.

Yaman tetap terbagi antara wilayah utara yang dikuasai Houthi dan wilayah selatan yang dikelola pemerintah, yang mencakup berbagai faksi.

Meskipun gencatan senjata sebagian besar berjalan lancar, perang telah menewaskan ratusan ribu orang melalui penyebab langsung dan tidak langsung. Tahun lalu, 19,5 juta orang membutuhkan bantuan, kata PBB.

 

Hadi menjabat pada 2012 setelah lama menjabat sebagai wakil presiden mendampingi Ali Abdullah Saleh, yang dengan berat hati mengakhiri kekuasaannya selama 33 tahun di tengah protes Musim Semi Arab (Arab Spring).

Hadi, seorang perwira militer karier, lolos sebagai satu-satunya kandidat dalam pemilihan di mana ia memenangkan 99,8 persen suara.

Kepresidenannya diwarnai oleh berbagai kerusuhan, dengan lawan-lawannya menuduhnya memihak provinsi-provinsi kaya minyak di timur negara itu dengan mengorbankan daerah pegunungan di jantung negara yang didominasi oleh Houthi.

Setelah Houthi menguasai ibu kota pada tahun 2014, mereka menempatkan Hadi di bawah tahanan rumah pada awal tahun 2015. Ia melarikan diri pada Februari tahun itu.

Hadi meninggalkan seorang istri, Hala, dan enam anak.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya