Namun, unggahan itu berkembang menjadi spekulasi publik yang dinilai tidak sesuai fakta hasil pemeriksaan.
“Keterangan saksi, hasil pemeriksaan kesehatan, serta penelusuran jejak digital secara konsisten tidak menemukan indikasi adanya perilaku menyimpang sebagaimana yang dituduhkan,” ungkapnya.
Donny menegaskan, TNI AD tidak akan mentolerir setiap bentuk pelanggaran disiplin maupun pelanggaran norma yang dilakukan prajurit.
“Namun dalam kasus ini, hasil pendalaman tidak menemukan dasar yang cukup untuk menyimpulkan adanya pelanggaran terkait LGBT ataupun perbuatan asusila. Meski demikian, pembinaan tetap akan dilakukan guna meningkatkan kehati-hatian dalam pergaulan dan penggunaan media sosial,” tegas dia.
(Fahmi Firdaus )