“Nah, anak muda boleh sekarang berkreasi, tapi harus berpijak pada keimanan itu,” katanya.
Selain itu, ia juga mendorong generasi muda untuk memiliki keberanian berkorban demi mempertahankan nilai dan keyakinan yang diyakini benar. Semangat tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari pelajaran penting yang dapat diambil dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW.
“Dan mau kita ini berkorban apa pun demi sebuah keyakinan yang kita anggap benar dan kita yakini benar itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Cholil menilai generasi muda memegang peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, pembinaan karakter, penguatan keimanan, dan peningkatan kualitas generasi muda menjadi tanggung jawab bersama.
“Anak muda harapan kita di masa yang akan datang, karena dengan anak muda yang sekarang itu adalah semuanya penentuan nasib bangsa kita di masa yang akan datang,” pungkasnya.
(Rahman Asmardika)