Penanggung jawab kegiatan, Muawanah menambahkan, diskusi ini membahas berbagai isu mulai dari literasi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pengembangan ekosistem inovasi pesantren, hingga pentingnya kolaborasi antar-komunitas dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat.
“BPIS-Lakpesdam PBNU berharap semakin banyak santri dan generasi muda Nahdliyin yang terlibat aktif dalam pengembangan teknologi, kewirausahaan digital, serta berbagai inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Selain diskusi, kegiatan ini juga dirangkai dengan soft launching platform KangSantri AI sebagai salah satu inovasi digital berbasis pesantren yang diperkenalkan kepada publik. KangSantri AI Diluncurkan, Integrasikan 7.000 Kitab Kuning dalam Ekosistem Digital Pesantren.
(Fahmi Firdaus )