Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jelang Muktamar, Eks Ketua PBNU: Pemilihan Pimpinan NU Bukan Sekadar Election

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Jum'at, 31 Juli 2026 |20:09 WIB
Jelang Muktamar, Eks Ketua PBNU: Pemilihan Pimpinan NU Bukan Sekadar Election
Diskusi Suluh Nahdliyin (Foto: Achmad Al Fiqri/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hanief Saha Ghafur, mendorong penguatan institusi Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) menjelang Muktamar ke-35 NU yang digelar bulan depan. Penguatan AHWA ditujukan agar penunjukan pimpinan PBNU bukan sekadar pemilihan belaka, tetapi melalui proses seleksi yang ketat.

AHWA merupakan lembaga yang diisi sejumlah kiai sepuh atau ulama terpercaya. Adapun tugas AHWA yakni memilih pemimpin tertinggi NU.

"Penguatan AHWA penting sekarang. Penguatan AHWA ini bukan hanya sekadar memilih Rais Aam, tapi juga AHWA ini penting untuk menunjukkan bahwa NU itu bukan election, tapi selection. Ya, selection itu berbasis kriteria, indikator, ya," ujar Hanief dalam diskusi yang digelar Suluh Nahdliyin di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).

Menurut Hanief, AHWA yang kuat dapat memilih pemimpin NU berdasarkan kualifikasi, bukan sekadar memilih. Ia menilai tugas dan wewenang AHWA bukan hanya memilih Rais Aam, tetapi juga menyeleksi dan menentukan Ketua Umum PBNU.

"Saya setuju AHWA itu bukan hanya memilih syuriah, gitu ya. Bukan sekadar memilih Rais Aam, tapi juga memilih, menyeleksi ketua umum terpilih, gitu," tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement