JAKARTA - Warga nahdliyyin mendorong organisasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali berpegang teguh pada khittah NU. Hal itu mencuat dalam Musyawarah Besar (Mubes) Warga NU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dalam forum bertajuk "NU Ora Didol: Meneguhkan Khittah NU untuk Kemandirian Nahdliyyin" itu menjadi forum aspirasi warga nahdliyyin. Kegiatan yang berlangsung di Pesantren Bumi Cendekia, Minggu (31/5/2026), dihadiri ratusan warga NU dari berbagai kalangan.
Sejumlah persoalan yang dinilai penting bagi masa depan organisasi menjadi pembahasan. Isu kepemimpinan, kemandirian organisasi, serta peran generasi muda menjadi fokus utama diskusi yang berkembang sepanjang musyawarah.
Para peserta juga menyoroti berbagai dinamika yang belakangan muncul di lingkungan NU. Mulai dari konflik internal di tingkat pengurus pusat yang berujung pada saling pemecatan hingga polemik terkait pelibatan unsur Zionis Israel dalam sejumlah kegiatan resmi organisasi. Berbagai persoalan tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama demi menjaga marwah NU.
Dewan Penasihat Mubes sekaligus Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, Muhammad Machasin, mengaku prihatin dengan situasi yang berkembang di tubuh organisasi, terutama terkait hubungan antara unsur syuriah dan tanfidziyah di tingkat PBNU.