"Kalau ditanya ada musyawarah besar, musyawarah kecil atau nggak? Atau musyawarahnya langsung besar dan diadakannya ini karena ada sesuatu yang mengusik kesadaran kita, rasa kita terganggu karena adanya, terus terang saja kita sebut, perselisihan antara syuriah dan tanfiziyah (PBNU)," kata Machasin dalam keterangannya.
Machasin menambahkan, konflik tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan biasa karena berpotensi menimbulkan polarisasi di kalangan warga NU. Ia mengaku memilih menjaga jarak dari pusaran konflik yang terjadi karena merasa prihatin dengan kondisi organisasi saat ini.
Ia juga menyinggung pelaksanaan Muktamar NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang. Forum tertinggi organisasi itu diharapkan dapat menjadi momentum untuk menyelesaikan berbagai persoalan internal yang selama ini berkembang.
Kendati Machasin mengaku masih menyimpan keraguan mengenai hasil yang akan dicapai dalam Muktamar nanti. Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan kepemimpinan yang dapat merangkul seluruh elemen NU, bukan sekadar menjadi arena kemenangan kelompok tertentu.
"Karena itu musyawarah seperti ini penting sebagai ruang pertemuan dan penyampaian aspirasi warga NU," tuturnya.