JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, menegaskan penyaluran bantuan sosial (bansos) terus diperketat dengan membersihkan data penerima yang dinilai tidak lagi memenuhi syarat.
Gus Ipul – panggilan akrabnya – mengatakan, sejumlah kelompok yang masuk dalam negative list, seperti aparatur sipil negara (ASN), pegawai BUMN, hingga pemain judi online (judol), dipastikan tidak lagi menerima bansos.
Dia juga memastikan proses pemutakhiran data dilakukan secara berkelanjutan agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran.
“Itu data yang mungkin sudah tidak terima bansos lagi, artinya yang masuk negative list ya tidak kita salurkan lagi. Misalnya yang apa judol gitu ya, yang ASN, yang BUMN, yang pegawai-pegawai BUMN, ini kan kita konsolidasi terus itu. Yang negative list kita keluarkan semua,” kata Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Selain menghapus penerima yang tidak memenuhi kriteria, Gus Ipul mengatakan Kemensos juga menghentikan penyaluran bansos kepada masyarakat yang dinilai sudah meningkat kondisi ekonominya atau “naik kelas”, maupun kepada penerima yang terbukti salah sasaran.
“Ya ini terus kita lakukan, dan yang naik kelas juga nggak, yang salah sasaran juga nggak kita salurkan. Ini kalau datanya terus dari daerah masuk terus, tentu data kita akan makin akurat,” ujarnya.
Sementara, terkait penerima bansos yang terindikasi bermain judol, Gus Ipul menjelaskan pemerintah masih memberikan bantuan kepada sebagian kecil penerima yang setelah diverifikasi terbukti benar-benar membutuhkan.
Gus Ipul menyebut dari sekitar 600 ribu data yang sebelumnya terindikasi terkait aktivitas judi online, hanya puluhan ribu penerima yang tetap mendapatkan bansos setelah melalui proses verifikasi lapangan (ground check).
“Ya ada beberapa yang dipantau terus bersama PPATK. Yang kemarin itu kan ada hampir 600.000 itu, kemudian sekitar puluhan ribu aja yang kita tetap salurkan karena setelah diverifikasi benar-benar membutuhkan. Tapi dengan catatan tidak boleh mengulang lagi untuk main judol,” jelasnya.
Meski demikian, Gus Ipul menegaskan penerima yang masih diberi kesempatan tersebut akan terus diawasi. Apabila kembali terlibat aktivitas judi online, bantuan sosial akan dihentikan secara permanen.
“Mungkin karena mereka nggak tahu, atau cuma main-main dan lain sebagainya yang mungkin nggak besar, 1.000, 2.000. Tetapi bukan itunya, tapi setelah kita lihat memang dia butuh bansos ya kita tetap salurkan setelah melakukan groundcheck. Tapi jika ini diulang lagi, kita tidak akan berikan lagi selamanya,” tegasnya.
(Fahmi Firdaus )