Peta Pemerintah AS Salah Melabeli Setiap Negara Afrika di Konferensi Internasional

Rahman Asmardika, Jurnalis
Sabtu 01 Agustus 2026 01:05 WIB
Peta Afrika yang ditampilkan Departemen Luar Negeri AS di konferensi global salah melabeli setiap negara. (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Peta Afrika yang ditampilkan pemerintah Amerika Serikat (AS) salah memberi label pada setiap negara di Benua Afrika selama presentasi Departemen Luar Negeri di sebuah konferensi global yang berlangsung di Brasil pekan ini. Insiden ini menimbulkan kehebohan di antara para peserta yang kemudian mengambil tangkapan layar dan mengunggahnya secara online.

Video presentasi dari konferensi AIDS 2026 di Rio de Janeiro menunjukkan peta yang salah tersebut ditampilkan di tengah-tengah presentasi tentang perjanjian kesehatan baru Departemen Luar Negeri. Gambar peta yang disertakan dalam presentasi tersebut berisi tanda air kecerdasan buatan (AI) yang menandakan bahwa peta tersebut dibuat dengan tools dari OpenAI.

OpenAI mengatakan sedang menyelidiki laporan tersebut.

Departemen Luar Negeri mengatakan pihaknya "bertanggung jawab penuh" atas kebingungan yang disebabkan dan bahwa peta tersebut telah dibuat oleh anggota tim yang tergesa-gesa mengubah slide presentasi sebelum acara tersebut., demikian dilansir Channel News Asia

Peta tersebut menunjukkan Nigeria, tempat AS saat ini menempatkan beberapa ratus pasukan, sebagai negara yang terkurung daratan di Gurun Sahara. Mozambik, yang terletak di Afrika bagian tenggara, dipindahkan ke Tanduk Afrika, sementara Pantai Gading di Afrika Barat ditempatkan di sisi lain benua tersebut.

Tangkapan layar peta tersebut pertama kali muncul dalam unggahan Substack oleh pakar AIDS Emily Bass dan dibagikan secara luas di LinkedIn, dengan satu unggahan mendapatkan sekitar 40.000 tampilan.

"Siapa pun yang membuat dan menyetujui slide ini tidak tahu di mana letak negara-negara di Afrika dan tidak peduli untuk memeriksa pekerjaan mereka," tulis Matt Petit, yang berfokus pada AI dan geopolitik di Atlantic Council, dalam unggahan tersebut.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan diskusi di konferensi tersebut "substantif dan konstruktif" terlepas dari peta tersebut dan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk memerangi AIDS dengan hasil nyata.

Keputusan pemerintahan Trump tahun lalu untuk menangguhkan pendanaan sambil menunggu tinjauan mengganggu program bantuan di seluruh dunia, tetapi pekerjaan inti PEPFAR seperti penyediaan obat-obatan penyelamat jiwa sebagian besar telah dilanjutkan.

AS mengurangi pengeluaran di bidang lain, termasuk pencegahan dan pengawasan, dan berencana untuk sepenuhnya menghentikan program tersebut di Afrika Selatan.
 

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya