JAKARTA - Merespons dampak gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Pangkogabwilhan II), Marsekal Madya TNI Muzafar, S.Sos., M.M., turun langsung ke wilayah terdampak bencana. Kehadiran Pangkogabwilhan II bertujuan untuk meninjau kondisi wilayah terdampak sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan secara terpadu.
Pada Selasa, 18 Agustus 2026, Pangkogabwilhan II bersama rombongan tiba di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, menggunakan pesawat Boeing 737-4U3 TNI Angkatan Udara. Kehadiran Pangkogabwilhan II merupakan bagian dari tugas kemanusiaan TNI melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dalam membantu penanggulangan dampak bencana.
Penanganan berlanjut pada 19 Agustus 2026, saat Pangkogabwilhan II mendampingi Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, meninjau Posko BNPB Manggarai Barat. Peninjauan dilakukan untuk memperkuat koordinasi sekaligus memastikan kebutuhan pangan dan bantuan bagi masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
Pada 20 Agustus 2026, Pangkogabwilhan II terbang menggunakan helikopter Caracal TNI AU menuju Kabupaten Nagekeo untuk melihat langsung kondisi pengungsi.
Di lokasi, Pangkogabwilhan II berdialog dengan masyarakat, mengecek kebutuhan warga, memastikan distribusi logistik berjalan tertib, sekaligus menyerahkan ribuan paket bantuan sembako kepada masyarakat terdampak.
Penanganan bencana dilakukan melalui sinergi TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah setempat untuk mempercepat penanganan darurat, distribusi bantuan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Dari posko hingga lokasi pengungsian, kehadiran langsung Pangkogabwilhan II menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
(Rahman Asmardika)