Jelang Muktamar, Waketum MUI Kiai Marsudi Masuk Radar Calon Ketum PBNU

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Minggu 23 Agustus 2026 17:29 WIB
Waketum MUI Kiai Marsudi/ist
Share :

JAKARTA - Kontestasi menuju kursi Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin menghangat jelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, 27–31 Agustus 2026.

Wakil Rais Syuriyah PWNU Sumatera Selatan, Kiai Syamsuddin Tubingan, mengatakan, dinamika yang hangat dalam perebutan kursi kepemimpinan NU adalah hal yang wajar dan menjadi bagian dari tradisi lima tahunan.

Namun, beliau menekankan pentingnya kehadiran sosok pemimpin yang mampu membawa NU bergerak lebih maju, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam pandangannya, sosok Kiai Marsudi Syuhud merupakan salah satu calon yang sangat mumpuni untuk menakhodai PBNU. Kiai Marsudi dinilai memiliki pengalaman kepemimpinan yang luas, jaringan komunikasi nasional dan internasional yang kuat, serta rekam jejak yang nyata dalam memajukan NU.

"Sosok yang kita nantikan adalah yang bisa melanjutkan kebaikan dan program periode sebelumnya untuk kemajuan NU secara umum. Baik dari sisi komunikasi, keilmuan, hingga pengalaman. Sosok seperti KH Marsudi Syuhud memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional," ujar KH Syamsuddin Tubingan, Minggu (23/8/2026).

Dia menyoroti keberhasilan program-program pengembangan pendidikan NU pada masa kepemimpinan Kiai Said Aqil Siroj, di mana Kiai Marsudi memegang peran penting termasuk pendirian puluhan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) di seluruh Indonesia.

 

"Kaderisasi kita lewat pendidikan sangat penting. Di bidang pendidikan ini sudah luar biasa, kuantitas perguruan tinggi NU bahkan sudah sangat berkembang pesat. Sumatera Selatan dan wilayah-wilayah daerah membutuhkan sosok pemimpin seperti Kiai Marsudi Syuhud yang 'sat-set', komunikatif, serta memahami betul kebutuhan pesantren dan pendidikan umat," terangnya.

Wakil Rais Syuriyah PWNU Sumsel ini mengimbau kepada seluruh peserta Muktamar (muktamirin) yang memiliki hak suara agar bijak dan cermat dalam menentukan pilihan.

"Kami berharap para peserta muktamirin pemegang hak suara dapat lebih jeli dan tepat dalam memilih pemimpin NU ke depan. Pilih pemimpin yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual yang matang demi keberlangsungan dan kejayaan Nahdlatul Ulama," tegasnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya