Sebelumnya, Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan pemerintah tidak akan langsung mempercayai informasi mengenai delapan WNI yang disebut menjadi tentara Rusia.
Pemerintah, kata Yusril, akan melakukan verifikasi untuk memastikan identitas, proses perekrutan, hingga status para WNI tersebut.
Informasi yang beredar menyebut delapan WNI tersebut diduga direkrut dengan iming-iming gaji tinggi, pekerjaan nontempur, percepatan memperoleh kewarganegaraan Rusia, serta berbagai tunjangan sosial.
Yusril mengatakan, apabila informasi tersebut terbukti, pemerintah perlu melihat persoalan tersebut dari dua sisi.
(Fahmi Firdaus )