Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang secara sukarela turun ke lapangan. Ia menyebut para relawan sebagai “pahlawan asap” yang bekerja tanpa pamrih demi Kalteng yang lebih baik.
“Ini bukan perintah dari atas. Ini panggilan hati. Saya mengajak seluruh ASN dan relawan untuk turun, bergandengan tangan dengan masyarakat. Kita jaga hutan kita, kita jaga rumah kita bersama,” kata Agustiar.
“Saya tahu ini berat. Panas, asap, dan jauh dari keluarga. Tapi percayalah, setiap tetes keringat yang jatuh hari ini adalah investasi untuk udara bersih yang akan dihirup anak-anak kita nanti,” ucapnya.
Pemprov Kalteng juga berkoordinasi secara intensif dengan BNPB, BMKG, KLHK, serta pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat dan tidak tumpang tindih.
Gubernur menyampaikan, koordinasi dan kolaborasi lintas sektor tersebut diperlukan demi menjaga keselamatan masyarakat serta masa depan generasi penerus Kalimantan Tengah.
“Karhutla bukan hanya soal api yang membakar lahan. Ini soal napas anak-anak kita, soal kesehatan orang tua kita, dan soal masa depan bumi Kalimantan yang kita warisi bersama. Jika kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita. Tuhan memberkati perjuangan kita bersama,” pungkasnya.
(Awaludin)