JAKARTA - Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) memperpanjang waktu tutup operasional sebagai dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang memuntahkan abu vulkanik pada Minggu, (9/9/2026). Langkah ini menyebabkan ratusan penerbangan di bandara terdampak.
Berdasarkan data NOTAM, penutupan wilayah udara periode 01.30 s.d. 09.30 WIB, tercatat sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak dengan total penumpang terdampak mencapai 22.798 penumpang.
Terkait situasi ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan jadwal penerbangan mengingat adanya potensi dampak berantai (cascading impact) terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, serta kapasitas terminal.
"Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan," demikian disampaikan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam keterangannya, Minggu.
Masyarakat dan calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta diimbau untuk memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya dan memohon agar memperhatikan situasi dengan tidak datang ke bandara terlebih dahulu.
Ditjen Perhubungan Udara terus memantau situasi bersama operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, BMKG, serta pihak terkait lainnya, dan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perubahan signifikan.
(Rahman Asmardika)