1931-1940
Pada periode ini, Gunung Anak Krakatau mengalami pembentukan danau kawah serta erupsi abu dengan ketinggian mencapai 2.400 meter. Erupsi samping juga tercatat pada 23-26 September, 5-7 November, dan 5-21 Desember.
Aktivitas vulkanik berlanjut pada 12-17 Februari 1932 sebagai kelanjutan dari erupsi sebelumnya. Pada 1933, erupsi di danau kawah berlangsung dalam beberapa periode, yakni 16 Januari-25 Mei, 10-17 Juni, 5-6 Juli, 5 September-5 Oktober, serta 10 November-6 Desember.
Selanjutnya pada 6-26 Januari 1934, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi yang merupakan lanjutan aktivitas sebelumnya. Erupsi berikutnya tercatat selama Maret, 5-12 Mei, dan 7-9 Juni, dengan ketinggian erupsi mencapai 6.800 meter.
Pada 1935, terjadi erupsi abu dan erupsi freatik di danau kawah berukuran 275 x 250 meter persegi. Aktivitas tersebut berlangsung pada 4-14 Januari, 6 Februari-6 Mei, serta 25 Mei-12 Juli.
Erupsi abu kembali terjadi pada 13 Oktober 1936. Pada November tahun yang sama, tinggi kolom abu berada pada kisaran 100-300 meter.
Pada 1937, erupsi di danau kawah berlangsung pada 6 Agustus-21 September dengan ketinggian abu mencapai 2.000-2.600 meter. Kemudian, pada 17-23 November, terjadi erupsi kecil di kawah baru.
Kemudian pada 1938, aktivitas Gunung Anak Krakatau berupa erupsi abu dan erupsi freatik di danau kawah terjadi pada 4 Juli-29 Agustus, 12-14 September, 2 Oktober, 7 November, serta 8-9 Desember.
Erupsi kembali tercatat pada 1939, masing-masing pada 15-27 Januari, 20 Maret, 1 Juni-4 Agustus, 23-25 September, dan 13 Desember.
Pada 1940, aktivitas erupsi terjadi pada 9 Januari, 3-10 Februari, 1 Maret-15 Mei, serta 10 Juni-2 Juli. Pada Juni, ketinggian letusan mencapai 1.000-4.000 meter.
1941-1950
Sepanjang periode ini, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami erupsi di danau kawah setiap tahun.
1952-1960
Pada 10-11 Oktober, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi di danau kawah. Aktivitas tersebut membentuk kerucut baru dengan danau kawah berdiameter 440 meter.
Erupsi berikutnya terjadi pada 20-23 September 1953 di danau kawah. Saat itu, tinggi kerucut mencapai 116 meter.
Di tahun 1958, gunung yang terbentuk setelah letusan dahsyat Krakatau tersebut kembali mengalami erupsi. Namun, tidak terdapat catatan pasti mengenai tanggal kejadiannya.
Lalu pada Juli 1959, erupsi di danau kawah berlangsung dalam empat fase, yakni erupsi abu hitam, erupsi abu dan gas, erupsi abu, serta erupsi abu hitam.
Aktivitas kemudian kembali terjadi pada 12-13 Januari 1960 dengan ketinggian asap mencapai 1.000 meter.