JAKARTA - Pendidikan pesantren tidak hanya mengembangkan kemampuan akal, tetapi juga membentuk kebersihan hati dan kedalaman batin. Perpaduan keduanya menjadi salah satu kekuatan pendidikan pesantren yang perlu terus dikembangkan secara komprehensif.
Hal itu disampaikan Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar saat mengunjungi Pondok Pesantren Al Amin, Kediri, yang diasuh KH Anwar Iskandar, Jumat (18/9/2026). Seusai salat Magrib berjamaah, Menag menyempatkan berdialog dengan para santri.
Menurutnya, pesantren menjadi ruang pendidikan yang memungkinkan para santri mengembangkan aspek intelektual dan kebersihan hati secara seimbang.
“Ilmu Allah tidak cukup (diraih) dengan belajar dan menghafal. Kalau (mau mendapatkan) ilmu Allah, hati harus bersih,” pesan Menag kepada para santri.
Menag berharap pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kecakapan intelektual, tetapi juga akhlak, nurani, dan kedalaman spiritual. Pendekatan yang memadukan dimensi akal dan batin tersebut menjadi karakter penting pendidikan pesantren di tengah perkembangan zaman.
“Pesantren tidak hanya (mengajarkan) dengan akal, tetapi juga batin, intuisi, nurani, wahyu, dan ilham,” tegasnya.