Ia menambahkan, terdapat tiga syarat geologis utama agar suatu daratan dapat dikategorikan sebagai gunung api baru yang berdiri sendiri.
“Pertama, harus memiliki saluran magma mandiri yang terhubung langsung ke dapur magma melalui rekahan baru. Kedua, wajib menghasilkan aktivitas erupsi magmatik sendiri dari kawahnya, bukan sekadar menampung muntahan gunung tetangga. Ketiga, memiliki struktur geologis sendiri, seperti aktivitas gempa vulkanik lokal atau pembengkakan tanah terpusat tepat di bawah daratan baru tersebut,” paparnya.
Menanggapi berbagai spekulasi yang beredar, Daryono mengimbau publik untuk tetap tenang dan menyaring informasi dari sumber resmi.
“Masyarakat diimbau tidak mudah terprovokasi oleh isu spekulatif di media sosial. Kemunculan daratan baru ini adalah proses sedimentasi vulkanik yang lumrah di kawasan gunung api aktif. Langkah paling bijak adalah senantiasa merujuk pada informasi resmi PVMBG dan mematuhi rekomendasi jarak aman petugas di lapangan,” pungkas Daryono.
(Rahman Asmardika)