JAKARTA – Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam (PP SI) Hamdan Zoelva merefleksikan satu dekade kepemimpinannya. Ia menilai SI perlu mengubah pola pengelolaan organisasi setelah kongres, dengan meninggalkan model yang menyerupai partai politik dan mengedepankan etika, keikhlasan, serta ketulusan.
“Mari tinjau ulang peraturan organisasi. Kita tinggalkan pola model partai politik dan fokus pada etik yang ikhlas, tulus membangun organisasi. SI hadir dalam politik menggulai yang memberikan rasa manis kepada siapa saja dengan fokus utama dakwah ekonomi,” ujar Hamdan dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Adapun pembukaan kongres pada 18 Oktober 2026 diperkirakan dihadiri ribuan anggota SI. Agenda ini mengingatkan pada kongres pertama SI di Surabaya pada 26 Januari 1913 yang menghimpun ribuan anggota dan simpatisan untuk memperjuangkan kesejahteraan bumiputra melalui perdagangan, ekonomi, pendidikan, dan kehidupan keagamaan. Gerakan yang dipelopori Haji Samanhudi dan HOS Tjokroaminoto itu turut mendorong perkembangan SI dari organisasi perdagangan menjadi bagian penting pergerakan nasional.
Hamdan menambahkan, struktur organisasi harus berorientasi pada pelayanan. Pengurus di tingkat atas diharapkan membina, melayani, dan menjadi teladan bagi struktur di bawahnya.
“Cara pandang organisasi sebagai organisasi keagamaan yang fokus pada dakwah ekonomi harus lebih longgar, bukan model hierarki seperti partai politik. SI tidak meninggalkan politik, namun politik yang berasaskan musyawarah sebagai hasil akhirnya,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa asas SI yang disahkan dalam Kongres Banjarnegara pada 1931 dan dirumuskan HOS Tjokroaminoto. Gagasan persatuan umat untuk mencapai kemerdekaan sejati itu, menurut Hamdan, tetap relevan.
Ia turut menyinggung buku Sosialisme Islam yang menawarkan jalan tengah antara kapitalisme dan sosialisme-Marxisme, yang kala itu pernah difatwakan haram oleh SI. “Gagasan tersebut telah berlaku hingga saat ini, hampir 100 tahun,” katanya.
Sementara Ketua Panitia Kongres ke-42 SI, Yudhi Irsyadi Syafi'i, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya sejumlah tokoh SI dalam perjalanan menuju lokasi kongres, termasuk Ketua Wilayah SI Sulawesi Utara Haji Mahmud Turuis dan Wasekjend Gerakan Tani Syarikat Islam sekaligus Dewan Pertimbangan Pemuda Muslimin Indonesia, Yaya Wahyudin.
"Semoga para almarhum di beri syafaat dan di ampuni semua dosa nya dan niat kehadiran nya di Kongres yang tak sampai di hitung sebagai pahala jihad fisabilillah, aamiin," tuturnya.
(Arief Setyadi )