Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Menag: Momentum Penguatan Santri dalam Pembangunan Bangsa

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Rabu 21 Oktober 2026 22:05 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar/Okezone
Share :

Pengembangan pesantren perlu terus dilakukan dengan memperhatikan kualitas pengelolaan, kepemimpinan, dan sistem pendidikan.

“Pembenahan tidak hanya menyasar tata tertib santri, tetapi juga mencakup sistem pengelolaan lembaga dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pendidikan,” ujarnya.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah melibatkan Majelis Masyayikh, yang terdiri atas tokoh-tokoh senior pesantren, untuk memberikan masukan dan membantu pengawasan tata kelola pesantren.

Menurut dia, keterlibatan para tokoh pesantren diharapkan dapat memperkuat transparansi, meningkatkan kualitas pengelolaan, serta membantu mengidentifikasi persoalan yang perlu segera ditangani.

“Langkah tersebut juga penting untuk mencegah terulangnya kasus-kasus yang mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pesantren, termasuk dugaan pelecehan dan persoalan perlindungan santri,” ujarnya.

Nasaruddin menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional 2026, kepada seluruh santri dan mengajak mereka untuk terus meningkatkan prestasi serta berbangga terhadap kontribusi pesantren bagi Indonesia.

“Lahirnya Ditjen Pesantren di tengah dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam sistem pendidikan nasional,” ujarnya.

“Namun, penguatan kelembagaan tersebut perlu diikuti peningkatan mutu pendidikan, pembenahan tata kelola, dan perlindungan santri agar pesantren benar-benar menjadi ruang belajar yang aman dan mampu melahirkan calon pemimpin masa depan,”pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya