Prabowo Sebut Ada Negara Mengolok-olok Karhutla: Kita Cool, Bertanggung Jawab!

Binti Mufarida, Jurnalis
Kamis 22 Oktober 2026 17:57 WIB
Presiden Prabowo Subianto di Rakornas TPAKD (Foto: Binti M/Okezone)
Share :

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengungkap ada sejumlah negara yang mengolok-olok atau menghina Indonesia terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia pun menegaskan, pemerintah bertanggung jawab menangani karhutla, meski terdapat indikasi perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia terlibat dalam kebakaran tersebut.

"Jadi kita bertanggung jawab, tapi kita juga ada berapa negara yang mengolok-mengolok kita menghina dan sebagainya, padahal banyak yang bertanggung jawab perusahaan mereka yang di sini, nanti pada saatnya kita umumkanlah nama-nama itu," kata Prabowo saat sambutan di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

"Kita cool saja, kita tenang, kita bertanggung jawab, kita sudah cukup besar pengerahan TNI, Polisi, Pemda bekerja setengah mati, saudara saksi saudara paling depan Bupati Gubernur," ujarnya.

Prabowo juga menyoroti dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat. Diakuinya, bahwa masyarakat menjadi pihak yang dirugikan akibat karhutla. "Itu anak anak kita, rakyat kita yang rusak kesehatannya," kata Prabowo.

Soal adanya indikasi perusahaan asing pemegang konsesi yang berulang kali melakukan pelanggaran, kata Prabowo, ada perusahaan yang diduga melanggar hingga 19 kali.

"Kebakaran hutan ternyata ada indikasi banyak perusahaan asing yang ikut harus bertanggung hawab, dikasih konsesi sudah belasan tahun ada yang melanggar tiga kali empat kali, ada yang belasan kali, ada yang 19 kali melanggar, ini menurut saya kalau sduah dua kali melanggar cabut aja," ungkapnya.

Prabowo mengaku terkejut dengan informasi tersebut dan meminta agar catatan pelanggaran perusahaan itu diperiksa kembali. Dia menegaskan tidak akan ragu mencabut izin perusahaan yang terbukti melanggar aturan.

"Saya juga kaget, perusahaan ini sudah tiga kali, yg paling parah, ini dicek lagi apa bener 19 kali, ini dablek kali, saya nggak ragu-ragu siapapun yang melanggar cabut aja," tegas Prabowo.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya