Dalam catatan lembaga tersebut, 9th Street Plaza Limited tercatat sebagai pengembang, sedangkan Stromax Holdings EA Limited ditunjuk sebagai kontraktor. Nama arsitek Emmanuel Mwangi Maina dan insinyur struktur Joseph Muturi Mugu juga tercantum sebagai profesional yang terlibat dalam proyek itu.
Sakaja mengatakan, bangunan tersebut telah memperoleh persetujuan pembangunan, tetapi belum memiliki sertifikat izin penggunaan. Menurut dia, aktivitas toko-toko di lantai dasar ketika pekerjaan konstruksi masih berlangsung di lantai atas tidak diperbolehkan tanpa persetujuan yang diperlukan.
Sakaja juga menyerukan penerapan hukuman yang lebih berat terhadap pengembang yang mengabaikan rencana pembangunan dan standar keselamatan yang telah disetujui.
Selain itu, ia mengatakan telah mengirimkan surat kepada Kantor Direktur Penuntut Umum untuk meminta agar kewenangan penuntutan dikembalikan kepada pemerintah daerah. Langkah tersebut, menurutnya, diperlukan agar pemerintah daerah dapat mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran konstruksi.
Otoritas Konstruksi Nasional menyatakan informasi terbaru mengenai proses penyelamatan dan kondisi lokasi akan disampaikan setelah tersedia. Sementara operasi berlangsung, masyarakat diminta menjauhi area yang telah dibatasi demi keselamatan dan kelancaran pekerjaan tim penyelamat.
(Awaludin)