Selain Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat juga menjadi perhatian BNPB. Di Sumatera Selatan, tercatat 1.335 titik panas dengan luas lahan terbakar mencapai 3.429 hektare. Sekitar 2.472 hektare di antaranya masih belum padam.
Sementara itu, Kalimantan Barat mencatat 1.137 titik panas, luas lahan terbakar 2.500 hektare, dan sekitar 1.547 hektare masih belum padam.
“Kedua provinsi tersebut tetap memerlukan pemantauan dan penanganan intensif,” kata Berton.
Berton menjelaskan bahwa penurunan jumlah titik panas tidak selalu diikuti penurunan luas kebakaran. Oleh karena itu, evaluasi penanganan karhutla perlu mempertimbangkan jumlah titik panas, luas lahan terbakar, serta luas area yang masih belum padam secara bersamaan.
Di Kalimantan Selatan, tercatat 362 titik panas dengan luas lahan terbakar 526 hektare. Sekitar 317 hektare di antaranya masih belum padam. Adapun Papua Selatan mencatat 487 titik panas, luas lahan terbakar 310 hektare, dan sekitar 117 hektare masih belum padam.
Selain provinsi-provinsi tersebut, titik panas dan kebakaran lahan juga masih terpantau di Sulawesi Tenggara, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku Utara.