"Kondisi lapangan tetap harus menjadi ukuran utama keberhasilan penanganan. Sumatera Selatan yang justru mengalami peningkatan hotspot menjadi salah satu wilayah yang perlu terus dicermati, sementara penyisiran dan pendinginan tetap diperlukan pada daerah yang hotspot-nya telah menurun," kata Ristianto.
Tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya terus mengoperasikan penanganan di wilayah-wilayah prioritas.
Pemerintah juga menyiagakan 49 unit armada udara yang terdiri atas 32 unit untuk operasi pengeboman air (water bombing) serta 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Di Kalimantan Barat, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Ketapang pada Jumat (23/10/2026). Kementerian Kehutanan juga menyiapkan 104 personel tambahan untuk mempercepat operasi di sejumlah titik prioritas.
Penanganan karhutla di Ketapang turut menjadi perhatian karena dampaknya terhadap satwa liar. Pada Sabtu (24/10/2026), Raja Juli melepasliarkan dua orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Adil dan Gigih ke habitat alaminya di Kabupaten Ketapang.
Adil, orangutan jantan berusia lebih dari delapan tahun, dan Gigih, jantan berusia lebih dari 10 tahun, sebelumnya dievakuasi dari area perkebunan kelapa sawit di Desa Laman Satong, Ketapang, pada Jumat (23/10/2026). Keduanya dilepasliarkan setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak dikembalikan ke alam.