Lebih lanjut, BNPB menyatakan bahwa peristiwa karhutla di kawasan TNBTS ini menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rangkaian operasi penanganan karhutla. Berton menjelaskan, evaluasi tersebut mencakup pengetatan aturan akses bagi personel yang bertugas di zona berbahaya, di mana pada prinsipnya tidak semua relawan diizinkan masuk ke zona api aktif.
"Peristiwa di Bromo menjadi momentum penting untuk mengevaluasi penerapan SOP keselamatan, sistem komando, dan kesiapan relawan dalam operasi karhutla," pungkasnya.
"Kami akan mengevaluasi dan memperkuat pengaturan akses ke zona berbahaya berdasarkan tingkat risiko, kompetensi personel, dan kelengkapan perlindungan keselamatan. Prinsipnya, tidak semua relawan harus masuk ke zona api aktif," sambungnya.
(Rahman Asmardika)