BNPB Pelajari Laporan dan Kronologi Gugurnya 6 Petugas Karhutla Bromo

Zakky Mubarok Santosa, Jurnalis
Minggu 25 Oktober 2026 22:05 WIB
Enam petugas dan sukarelawan pemadam karhutla Bromo meninggal dunia.
Share :

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan duka cita mendalam setelah jumlah petugas dan relawan gabungan yang gugur dalam insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bertambah menjadi enam orang.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, mengatakan pihaknya masih menelaah laporan kronologi kejadian sebelum menarik kesimpulan terkait efektivitas penerapan prosedur operasional standar (SOP) serta kelengkapan alat pelindung diri (APD).

"BNPB masih mempelajari laporan dan kronologi kejadian, sehingga kami tidak ingin menyimpulkan efektivitas penerapan SOP maupun kelengkapan APD sebelum evaluasi selesai," ujar Berton kepada iNews Media Group, Minggu (25/10/2026).

BNPB menegaskan pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat bagi seluruh petugas dan relawan gabungan dalam setiap operasi pemadaman karhutla di lapangan.

"Kami perlu tegaskan bahwa setiap operasi harus memiliki komando yang jelas, supervisi BPBD, petugas keselamatan, pengarahan sebelum dan sesudah operasi, serta relawan yang memiliki keterampilan dan perlengkapan pelindung yang memadai," tegasnya.

Menurutnya, penggunaan APD bagi petugas dan relawan harus dilakukan secara tepat untuk melindungi diri. Perlindungan tersebut juga wajib disertai penilaian risiko, pemantauan arah angin dan perkembangan api, serta keberanian mengambil keputusan untuk menarik mundur personel apabila kondisi di lapangan membahayakan keselamatan.

"APD bukan sekadar formalitas. Helm, kacamata pelindung, respirator yang sesuai, sarung tangan tahan panas, dan sepatu lapangan harus digunakan dengan benar. Pada saat yang sama, APD tidak dapat menggantikan penilaian risiko, pemantauan perubahan angin dan perilaku api, serta keputusan untuk menarik personel ketika situasi membahayakan," terangnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya