Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menambahkan bahwa selama periode penyemaian awan, kondisi atmosfer lokal yang lembap dan massa udara konvektif mendukung potensi hujan di wilayah Jabodetabek.
Hingga 23 Oktober 2026, penyemaian awan telah dilakukan dengan menaburkan 4.000 kilogram atau 4 ton garam (NaCl) dalam empat sorti penerbangan.
“Pada Jumat (23/10), telah dilaksanakan dua sorti penyemaian awan pada ketinggian 10.000–11.000 kaki atau sekitar 3.048–3.352,8 meter. Penerbangan sorti pertama menyasar awan potensial di wilayah Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor, sedangkan sorti kedua berfokus pada penyemaian awan di wilayah Bogor,” papar Budi.
Penyemaian awan dilakukan menggunakan pesawat jenis Cessna Caravan C208B dengan nomor registrasi PK-SNH. Posko operasi berlokasi di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten.
Setelah penyemaian awan, citra radar BMKG dan laporan visual pada sore hingga malam hari menunjukkan adanya hujan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
BMKG menegaskan bahwa OMC merupakan salah satu instrumen pendukung mitigasi dan tidak menggantikan upaya pengendalian pencemaran udara yang bersumber dari emisi maupun langkah-langkah pengelolaan lingkungan lainnya.
Oleh karena itu, sinergi antarlembaga serta pemanfaatan informasi cuaca dan kualitas udara tetap menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih sehat dan tangguh.
(Awaludin)