Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Palopo Pilkada, 4 Calon Tak Mencoblos

Andi Aisyah , Jurnalis-Minggu, 04 Mei 2008 |19:01 WIB
Palopo Pilkada, 4 Calon Tak Mencoblos
A
A
A

MAKASSAR - Pemilihan Kepala Daerah Kota Palopo, Sulawesi Selatan akan digelar Senin 5 Mei 2008, namun sebanyak 4 orang calon walikota ataupun calon wakil walikota yang ikut bertarung tidak akan mencoblos di Kota tersebut.

Pasalnya, keempat orang tersebut tidak terdaftar sebagai warga Kota Palopo. Hal tersebut diungkapkan ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Palopo, Hamka Hidayat saat dihubungi, Minggu (4/5/2008).

Hamka mengatakan, sebanyak empat pasangan calon akan mengikuti pilkada Palopo yang pertama kalinya digelar tersebut. Mereka adalah, HM Judas Amir-Juajir Sumardi, Wirawan A Ikhsan-Andi Timo Pangeran, Dr Abu Bakar Malinta -Hasan Kamal Qahar Mudzakkar, dan HPA Tenriadjeng-Rahmat Bandaso.

Dari delapan orang tersebut, empat orang di antaranya, kata Hamka, tidak bisa ikut mencoblos. Pasalnya, mereka berdomisili di luar kota Palopo.

"Mereka adalah HM Judas Amir yang bermukim di Luwu, Juajir Sumardi di Makassar. Demikian juga Andi Timo menetap Makassar dan Hasan Kamal di Bogor," kata Hamka.

Sebanyak 95.154 orang pemilih yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) akan menggunakan hak suaranya di kota Palopo. Pilkada sendiri akan dilaksanakan pada 246 tempat pungutan suara (TPS) dari
9 kecamatan dan 48 kelurahan di Palopo.

Menurut Hamka sebanyak 43 orang DPT dari 246 TPS tersebut belum mendapatkan kartu pemilih. Karenanya menurut Hamka, pihaknya segera mengantisipasi dengan membuat kartu pemilih tambahan. "Semua sudah sepengetahuan semua pasangan calon, jadi tidak ada masalah," papar Hamka.

Hamka mengemukakan, hasil pembicaran KPU dan para pasangan calon, petugas KPPS dapat menerima jika ada warga yang tidak memiliki kartu suara tapi terdaftar dalam daftar pemilih. Menurutnya, warga tetap dapat melakukan pencoblosan pada hari H.

Sementara itu, penyebaran logistik Pemilihan Walikota Palopo mulai dilakukan Minggu (4/5/2008) secara bersamaan, pukul 16.00 wita. Penyebaran logistik tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari aparat Kepolisian. Sedikitnya 1.000 orang polisi diturunkan oleh Polres Palopo. Mereka juga dibantu Samapta Polda Sulselbar untuk pengamanan tambahan.

(M Budi Santosa)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement