Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

100 Negara Tandatangani Pakta Antibom Cluster

Anton Suhartono , Jurnalis-Rabu, 03 Desember 2008 |16:44 WIB
100 Negara Tandatangani Pakta Antibom Cluster
Seorang tentara PBB memegang bom cluster di Khirbet Silem Libanon Mei 2007 lalu. Bom tersebut dimuntahkan dari pesawat tempur Israel/AFP
A
A
A

OSLO - Perwakilan dari sekira 100 negara Rabu (3/12/2008) ini mengadakan pertemuan di Oslo Norwegia untuk menandatangani pakta antipenggunaan bom cluster. Namun negara produsen seperti China, Rusia, dan Amerika Serikat menolak hadir.

Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan di Dublin Irlandia Mei lalu. Tak hanya memroduksi dan menggunakan, seluruh negara yang hadir di Oslo juga sepakat untuk menentang pendistribusian bom pemusnah masal tersebut.

"Ini hanya satu dari beberapa kesepakatan, di mana tak hanya produksi dan penggunaannya yang ditentang, namun juga seluruh katagori," kata Thomas Nash dari grup Cluster Munitions Coalition (CMC), wadah yang memayungi 300 organiasi non-pemerintah seperti dikutip AFP, Rabu (3/12/2008).

Dijatuhkan dari pesawat atau ditembakkan dari arteleri, cluster bom dapat meledak di udara kemudian ratusan pecahannya yang berukuran sekira 8 cm, dapat meledak kembali di darat.

Banyak dari bom cluster yang tak meledak di darat. Ini menyebabkan ladang ranjau yang dapat meledak setiap saat. Menurut data Handicap International, sekira 100.000 orang lumpuh dan meninggal akibat bom cluster sejak perang Korea 1965. Sebanyak 98 persen korban, merupakan penduduk sipil.

Lebih dari seperempat korban merupakan anak-anak yang menggap pecahan bom itu mainan atau logam.

Pada perang Laos antara 1964 hingga 1973, Angkatan Udara AS menjatuhkan 260 juta bom cluster. Jumlah tersebut sama dengan bom yang dijatuhkan oleh pesawat B-52 setiap 5 menit selama sembilan tahun.

AS, Rusia, China, Israel, India, dan Pakistan merupakan negara-negara produsen bom cluster. Kelima negara ini selalu menolak menandatangani kesepakatan antipenggunaan bom cluster. Berbeda dengan 26 negara anggota NATO yang sudah menyatakan setuju untuk ikut menandatangani pakta Oslo tersebut.

Prancis, Inggris, dan Jerman akan diwakili oleh Menteri Luar Negeri mereka. Jepang, Kanada, dan Australia juga turut dalam penandantangan tersebut.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement