Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sandal Karet, Insiden Fashion Terbesar Abad Ini

Nurfajri Budi Nugroho , Jurnalis-Jum'at, 24 April 2009 |11:36 WIB
Sandal Karet, Insiden <i>Fashion</i> Terbesar Abad Ini
(Foto: newer.com)
A
A
A

JAKARTA - Insiden terjepitnya kaki seorang balita di eskalator Pacific Place, Jakarta, kemarin sore mengingatkan masyarakat pada kasus-kasus serupa yang pernah terjadi pada 2007 silam.

Pada tahun tersebut, seorang bocah pemakai sepatu karet bermerek Crocs mengalami kecelakaan di Pondok Indah Mal (PIM). Kasus serupa juga pernah dialami anak lainnya, antara lain di Mal Citraland, Mal Kelapa Gading, dan berbagai mal lainnya.

Memang sejauh ini tidak ada catatan resmi mengenai jumlah kecelakaan yang terjadi di eskalator. Kabar mengenai kecelakaan semacam itu umumnya hanya beredar di milis-milis, sebagai ajang saling mengingatkan.

Di luar negeri, Hong Kong disebut-sebut menjadi tempat dengan jumlah kecelakaan terbanyak. Pada 2007-2008 terjadi lebih dari 1.000 kecelakaan di eskalator, umumnya dialami bocah-bocah berusia di bawah 10 tahun dan warga berusia di atas 70 tahun.

Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat menyebutkan, sedikitnya ada 77 kasus insiden di eskalator yang terjadi di negeri itu antara Januari 2006 dan Mei 2008.

Pemerintah Jepang pada 2007 bahkan resmi mengeluarkan peringatan agar warganya berhati-hati menggunakan sandal Crocs di eskalator. Peringatan itu muncul setelah adanya laporan sebanyak 40 orang, kebanyakan anak-anak, mengalami kecelakaan di eskalator.

Di Singapura, pada September 2007 seorang bocah berusia 4 tahun asal Jepang yang mengenakan sandal karet kehilangan jari-jemarinya di eskalator di sebuah pusat perbelanjaan. Kasus serupa pernah terjadi di tempat yang sama setahun sebelumnya.

Pada akhir 2007, kaki seorang bocah perempuan terjepit di eskalator di Bandara John F Kennedy, Amerika Serikat. Bocah bernama Emma Hochberg itu mengalami luka yang sangat parah. Akibatnya, orangtua bocah itu menggugat produsen ke pengadilan dengan nilai tuntutan USD7 juta.

Memang tak semua kecelakaan di eskalator disebabkan penggunaan sandal karet. Namun jumlah insiden akibat penggunaan alas kaki yang disebut-sebut nyaman digunakan itu tidak sedikit. Banyaknya insiden itulah yang kemudian membuat para pengelola tempat-tempat publik memasang tanda peringatan untuk tidak menggunakan alas kaki terbuat dari karet saat menaiki eskalator.

Namun sayangnya peringatan itu diabaikan. Terbukti, masih banyak kasus yang terjadi, meski peringatan itu sudah dipampang. Padahal sudah terbukti jelas bahwa menggunakan sandal karet di eskalator sama saja mengundang bahaya.

Banyaknya insiden akibat penggunaan sandal Crocs atau sandal karet serupa memunculkan sebutan produk itu sebagai salah satu tragedi fashion terbesar di abad ini. Terlebih, banyaknya produk imitasi Crocs semakin memperparah banyaknya jumlah korban yang berjatuhan.

(Nurfajri Budi Nugroho)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement